Senin, 01 Agustus 2011

+ Movie Of The Day : Green Lantern

Green Lantern
Directed by : Martin Campbell
Production by : Warner Bros.
Starring :
Ryan Reynolds, Blake Lively, Peter Sarsgaard, Mark Strong, Angela Bassett, Tim Robbins
Budget : $150 million
Release Date : June 17th, 2011
Genre : : Action/Adventure/Drama /Sci-Fi/Thriller
Writer : dhany
Synopsis :
Meet the Green Superhero
Pecinta warna hijau akan dimanjakan kembali pada pertengahan tahun ini setelah warna hijau yang sebelumnya, Green Hornet gagal memukau penonton. Layaknya setiap musim panas, selalu ada film superhero berbujet dahsyat yang rilis dan ditujukan bagi generasi muda. Kali ini giliran DC yang unjuk gigi (kembali) dan memasang bintang yang sedang naik daun, Ryan Reynolds yang sempat mencekam dikubur di Irak dalam Buried, bangkit dari kubur sebagai Hal Jordan alias Green Lantern sendiri.
 
 
Bagi pembaca komiknya tentu banyak harapan disematkan pada sutradara Martin Campbell yang berhasil me-re-boot franchise James Bond lewat Casino Royale ini.
Proyek ini sudah dimulai dari tahun 1997 ketika Warner Bros mendekati Kevin Smith, yang baru saja menulis naskah Superman Lives (yang dikemudian hari ternyata sama sekali tidak diproduksi), untuk menuliskan naskah Green Lantern. Tapi Smith menolak dan Warner Bros sempat memikirkan membuat versi komedinya dengan Jack Black sebagai pemeran utama pada tahun 2006 yang dibatalkan sebab banyak fans protes.
 
 
Lalu Zack Snyder diajak menjadi sutradara tapi ia menolak karena sedang sibuk produksi Watchmen. Kemudian aktor-penulis, Corey Reynolds membujuk Warner dengan memberikan ide Green Lantern sebagai sebuah trilogi dan berfokus pada karakter John Stewart pada tahun 2007 tapi hal ini tidak ditindaklanjuti lagi padahal awalnya Warner sangat tertarik. Kemudian di tahun yang sama penulis komiknya, Michael Green dan Marc Guggenheim diajak untuk menulis ceritanya dan dengan cepat mereka menggodok naskah awalnya. Para penulis naskah terinspirasi komik Emerald Dawn yang menceritakan masuknya Hal Jordan sebagai anggota Green Lantern Corps dan Secret Origin, kisah penceritaan ulang modern dari Hal Jordan. 
 
 
Baru pada tahun 2009 Martin Campbell mengisi kursi sutradara dan persiapan syuting semakin serius ketika Januari 2010 produksi dimulai. Sebelumnya Ryan Reynolds, setelah menimbang-nimbang antara Bradley Cooper, Sam Worthington, Chris Pine dan Justin Timberlake, terpilih bulan Juli 2009. Bagi Reynolds ini adalah kali ketiga ia bermain dalam film bergenre superhero setelah sebelumnya dalam Blade: Trinity (2004) dan X-Men Origins: Wolverine (2009) dan sebuah hal yang langka di mana satu aktor yang sama pernah bermain dalam film adaptasi komik Marvel dan DC. 
 
 
Hal Jordan (Reynolds) adalah pilot uji pesawat yang sombong dan suatu hari menjumpai pesawat alien milik Abin Sur (Strong) terdampar di bumi setelah Sur diserang akibat pertempuran dan terkena radiasi kuning. Terkejut melihat Abin Sur yang terluka, Hal malah diwarisi cincin Green Lantern yang memberikannya kekuatan super sehingga ia otomatis menjadi anggota Green Lantern Corps, sekelompok ksatria yang akan memperjuangkan kedamaian dan keadilan antara galaksi. Tapi musuh baru muncul dan Hal Jordan, satu-satunya manusia anggota Green Lantern Corps harus menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan bumi. Dengan dukungan wanita yang dikasihi, Carol Ferris (Lively), Hal harus menguasai kekuatan barunya ini dan menyelamatkan bumi. Inilah kisah asal mula Green Lantern yang kalau sukses tidak tertutup kemungkinan untuk dibuat sekuelnya.
 
 
Rilis dalam format 3D juga film ini aslinya tidak syuting dalam 3D melainkan melewati proses konversi layaknya sejumlah film lainnya yang berusaha ambil untung besar. Tentunya jumlah pemasukan yang besar dinanti sebab tiket untuk 3D lebih mahal dari yangt reguler.
Dari sisi efek tidak perlu diragukan lagi, layaknya sebagian besar film musim panas, inilah jualan utamanya ada 25 karakter Green Lantern lain yang full CG dan sebanyak 25-30% filmnya menyorot Planet Oa.
 
 
Blake Lively sendiri harus berlatih keras dengan tim stunt yang sama dengan tim stunt untuk Casino Royale dan The Bourne Ultimatum beserta anggota klub sirkus Cirque du Soleil untuk melakukan adegan aksi.

+ Movie Of The Day : Transformers - Dark Of The Month

Transformers: Dark of the Moon
Directed by : Michael Bay
Production by : Paramount Pictures / DreamWorks
Starring :
Shia LaBeouf, Rosie Huntington-Whiteley, Josh Duhamel, Tyrese Gibson, Kevin Dunn, Julie White, Frances McDormand, John Malkovich, Ken Jeong, Patrick Dempsey, Alan Tudyk, John Turturro
Budget : $195 million
Release Date : June 29th, 2011
Genre : Action & Adventure, Science Fiction
Writer : dhany
Synopsis :
Be Afraid of the Dark
Tidak terasa, empat tahun berlalu, sejak Michael Bay untuk kali pertama ‘memindahkan’ para robot Transformers dari bentuk serial animasi ke wujud live action berformat layar lebar. Di tangannya, saga yang bersumber dari franchise mainan produksi Hasbro dan kemudian dibuatkan serial kartunnya itu menjelma menjadi sajian aksi fiksi ilmiah full spesial efek yang memukau serta terbukti mampu menghibur berbagai kalangan penonton. Selain menjadi salah satu fenomena tersendiri dalam kancah film fiksi ilmiah, saga Transformers juga sukses mengorbitkan nama dua pemain sentralnya: Shia LaBeouf dan Megan Fox ke jajaran bintang papan atas Hollywood. 

Meskipun apresiasi yang dituai film sekuel pertamanya tidak semenggembirakan yang diberikan pada film pertamanya, berkenaan ambisi Bay untuk membuat saga ini memiliki skala lebih besar lagi justru berbalik menjadi blunder, namun dari segi pendapatan sekuel pertama Transformers yang memiliki sub judul Revenge of the Fallen (RotF) ini sangatlah menggembirakan dan sanggup melewati raihan pendahulunya. Terlebih, sama halnya dengan ending film pertamanya, ending RotF sangatlah terbuka dan mengindikasikan bahwa kubu Decepticon yang berhasil dipukul mundur, bakal melancarkan aksi balas dendam untuk membalas kekalahan mereka. Kini, versi layar lebar saga pertempuran antar robot raksasa Transformers (TF) yang pertama kali digagas oleh Don Murphy (setelah negosiasinya dengan pihak Hasbro sehubungan rencana mengangkat kisah G.I. Joe ke layar lebar, berujung kegagalan) telah memasuki babak ketiga –- yang sejauh ini, mengacu pada pengakuan Bay sendiri, merupakan babak terakhir dari saga Transformers di layar perak.
 
Dalam Transformers: Dark of the Moon (DotM), dikisahkan Sam Witwicky (LaBeouf) kini sudah mulai menjalani kehidupan layaknya orang dewasa dan mulai mencicipi manis serta getirnya dunia kerja. Hubungan asmaranya dengan mantan rekan satu SMAnya; Mikaela Banes juga telah berakhir dan ia kini mulai merenda asa jalinan asmara yang baru dengan seorang gadis bernama Carly (Huntington-Whiteley). Satu-satunya yang tidak berubah dalam kehidupan Sam adalah ia masih menjalin pertemanan dengan Bumblebee; ras robot asal luar angkasa beserta sang pemimpin Autobot; Optimus Prime (Cullen). Konflik mulai berawal ketika terkuak fakta bahwa pihak intelijen Amerika ternyata sudah mengetahui perihal keberadaan para robot Transformers sejak masa perang dingin antara Amerika Serikat dan USSR (kini Rusia-red). Kala itu, awak astronot Apollo 11 menemukan sebuah pesawat luar angkasa raksasa dari Cybertron di permukaan Bulan. 

Tidak pelak, fakta itu membuat kubu Autobot maupun Decepticon berlomba untuk mencapai Bulan dan mempelajari rahasia yang terkandung di dalamnya, yang bisa menentukan kemenangan antara dua kubu robot asal planet Cybertron yang sudah sejak lama berseteru ini. Sekali lagi Sam harus membantu kubu Autobot agar mereka sekali lagi bisa memenangkan pertempuran dan menyelamatkan Bumi dari ancaman kubu robot Decepticon beserta pemimpinnya yang ambisius dan kejam; Megatron.

Itulah gambaran singkat mengenai garis besar cerita yang akan dituangkan dalam DotM. Usut punya usut, dengan kemunculan film ini, berarti tuntaslah ambisi Produser Lorenzo diBonaventura yang memang mencanangkan Transformers menjadi sebuah trilogi. Sesuai ucapannya pula, kali ini salah satu tokoh antagonis sentralnya adalah Shockwave, yang baru dimunculkannya di babak akhir ini.
   
Berbeda dengan di dua film sebelumnya, meski pemeran aktor utamanya masih Shia LaBeouf, konflik internal berlarut-larut yang terjadi antara Bay dan Megan Fox, membuat pemeran Mikaela Banes; tokoh love interest karakter yang dimainkan LaBeouf ini tidak lagi ambil bagian di babak penutup ini. Posisi Fox digantikan model kondang asal Inggris yang paling dikenal sebagai bintang iklan merk pakaian dalam wanita Victoria’s Secret; Rosie Huntington-Whiteley. Fox bukan satu-satunya yang hengkang, karena dua sosok penting dalam pengerjaan skrip dua film Transformers sebelumnya: Roberto Orci dan Alex Kurtzman, menolak tawaran untuk ambil bagian di jilid pamungkas kisah Transformers ini dikarenakan keduanya tengah terlibat dalam pengerjaan skrip proyek film lain dan enggan menanggung resiko mengalami kebosanan dalam prosesnya. 

Akan tetapi, di luar prahara yang terjadi seputar pembuatannya, berbicara mengenai filmnya, mudah diprediksi bahwa Bay bakal tampil habis-habisan di sini, menilik pernyataan yang telah dikeluarkannya bahwa installment ketiga ini bakal menjadi babak penutup saga Transformers. Sudah barang tentu sang sineas akan berjibaku guna ‘menciptakan ending yang manis’ bagi proyek threequel pertama kiprah penyutradaraannya, meski tentunya, tidak tertutup juga kemungkinan sepak terjang para robot Transformers akan muncul kelanjutannya seperti yang terjadi pada kasus Pirates of Caribbean, walaupun Bay nantinya tidak lagi menggawanginya.